Rabu, 19 Desember 2012

pemuja rahasia


Akulah orang yang selalu menaruh bunga dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan selalu mengawasimu
Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Yah sepenggal lagu dari Sheila on 7 ini memang sangat cocok untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Screat admirer, itulah aku. Seorang stalker sejati dan mungkin juga seorang pengecut yang hanya bisa mencintai dari balik sisi tembok yang menjulang.
Tapi apapun anggapan mereka aku tak peduli. karena aku tau yang aku miliki ini sudah cukup indah. Aku jatuh cinta. Aku egois, mungkin iya, aku hanya menyimpan cinta ini sendiri. Hanya milikku, cukup aku yang tau.
Sebagai seorang secred admirer aku nggak melulu merasa galau dan sakit, adakalanya aku ngerasa melayang meski itu karena hal yang sangat sepele. misalanya saat dia untuk pertama kalinya membalas sms-ku, dan aku sangat ingat hari itu, jum’at 7 september 2012 sekitar jam 5 sore. Taukah kalian berapa lama watku yang ku butuhkan untuk sekedar meng sms dia satu tahun dua bulan dan dua puluh empat hari, sangat lama kan? Tapi bagiku ini sebanding dengan balasan yang ku terima meski hanya sepenggal kalimat “ini siapa ya??”
Satu kalimat yang sangat ampuh membuat jantung ini berpacu layaknya kuda balap. Berlebihan memang tapi inilah yang aku rasakan. Aku selalu menikmati kehadirannya, tentu saja secara diam-diam. Senyumnya yang sudah pasti tak di tunjukan padaku, tapi bagiku itu nggak penting. Karena bisa melihatnya setiap hari, dekat dengannya tanpa dia sendiri sadari telah mampu membuatku tersenyum selama sisa hari ini.
Tapi tak selamanya ini berjalan sedemikian mudah dan bahagia, ada saat dimana aku merasa hari ini kurang lengkap ketika tak ku temukan sosoknya di seantero kampus. Seperti matahari yang kehilangan sinarnya, begitulah hariku tanpa tanda-tanda kehadirannya, meski hanya sepintas lalu. Tak terhitung lagi berapa lama waktu yang ku habiskan dengan duduk di kantin sembari mencuri-curi pandang saat dia makan siang bersama kawan-kawannya.
Itu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan rasa terbakarnya hati ini saat ku liat di tertawa bersama cewek lain, saat itu aku sadar. Bahwa aku tak berhak memiliki rasa cemburu ini, bukan karena dia bukan pacarku tapi karena aku sendiri yang tak berani untuk bilang padanya bagaimana perasaan ku.
Bagaimana mungkin aku tau perasaannya jika bicara padanyapun aku tak berani
Terkadang aku lelah seperti ini, aku ingin seperti mereka yang bisa mencintai dan di cintai secara terbuka dan apa adanya. Mereka yang bisa dengan leluasa mengekspresikan rasa hatinya. Tapi sekali lagi aku bukan mereka. Aku tak bisa seperti mereka, dan tak akan pernah bisa.
Mungkin selamanya aku hanya bisa memujanya, menikmati indahnya dari sisiku...

Tidak ada komentar: