Kamis, 13 Desember 2012

galau


Pernahkan kau rasakan cinta? Tentu saja. Cinta adalah bahasa tanpa rupa yang hadir tanpa terasa namun tak terpungkiri kalau itu ada. tapi pernahkan kau rasakan sakitnya cinta? Rasa sakit yang tak mampu ku terjemahkan dalam bahasa apapun, tak mampu ku hitung dengan rumus apapun. Aku menyukainya. Memujanya. Namun apa yang mampu ku lakukan untuknya? Tak ada. Aku hanya mampu memandanginya, melihat punggungnya dari jauh. Jika kau bilang aku ini pengecut, ya ku akui aku memang pengecut, aku terlalu lemah untuk bisa menunjukkan bahwa aku ini ada. Aku merasa begitu kecil dihadapannya, jurang yang membentang begitu lebar dan nyaliku terlalu kecil untuk dapat menyeberanginya. Aku hanya hidup dalam dunia angan dan khayal. Berharap kau mau melirikku meski hanya sepenggal helaan napas. Mungkin aku adalah manusia paling pesimis di dunia ini, aku hanya mampu melihat dari tempat sunyi di pojok ruangan yang gelap dan suram ini, tanpa berani melangkah walau hanya sejenggkalpun. Setiap hembusan napas, setiap titik udara yang mengalir keparu-paru terasa begitu sesak saat kedua mata elang yang mengagumkan itu tanpa sengaja bertemu kedua bola mataku. Terkadang, aku bertanya apakah ini memang takdir Tuhan, mengapa Tuhan menciptakan begitu banyak perbedaan yang membentang diantara aku dan dia, dan kenapa ku tak punya daya appun untuk membangun sebuah jembatan untuk menyeberangi ribuan perbedaan yang tercipta. Tuhan bilakah boleh aku berharap, adalah sebuah harapan yang nyata, tentang sebuah rasa, yang mengalir tanpa ikatan syarat ataupun paksaan. Cinta yang datang dari sebuah ketulusan. Dan setiap detik yang kulalui semakin meyakinkanku bahwa matahariku terlalu jauh untuk dapat kuraih…..

Tidak ada komentar: