Ini kisah
tentang sebuah rasaku yg hadir perlahan seiring kekagumanku akan sosoknya, dia
yang bangga akan agamanya, cinta pada nabinya dan selalu taat pada Tuhannya.
Dia hanya seorang remaja biasa yang dalam balutan putih abu-abu tapi mampu memberikan
kesejukan batin kepada semua manusia yang disekitarnya. Aku mencintainya dalam
setiap helaan nafas. Hanya kepada dia mata ini terfokus seakan duniaku berhenti
tuk berputar.
Satu bulan,
dua bulan, tiga bulan aku hidup bersama angan untuk bisa merajut rasa bersama
dia. Hari demi hari kulalui hanya dengan memandangnya. Setiap pagi aku duduk di
depan kelas hanya untuk melihatnya datang dan masuk ke kelas sebelah, istirahat
aku menjadi orang paling bersemangat untuk ke kantin agar bisa makan bersamanya
walau dalam meja yang saling berjauhan, dan aku tak akan pernah mau
meninggalkan sekolah sebelum aku melihatmu keluar melewati gerbang merah di
samping pos satpam itu.
Aku hanya
sesosok perempuan yang tak lebih ataupun kurang, aku biasa saja hingga tak sekalipun
matanya mau menatapku dalam arti lebih.
Sampai suatu
hari hati ini tergerak untuk maju dan mencoba untuk mendapatkan lebih dari
sekedar cinta sepihak. Ku kumpulkan tekat untuk memberikan sebuah representasi
rasa yang ku punya dalam sewujud benda. Ku pilih sebuah al qur’an berharap
setiap lantunan ayat yang kau baca darinya akan membawa anganku untuk bersamamu
menjadi sebuah kenyataan yang direstui oleh Tuhan. Tapi ketakutan selalu lebih
besar dalam hati hingga aku hanya berani meletakkan benda itu di atas motor mu
yang selalu terparkir di sisitimur lapangan.
Aku masih
melihatmu, menanti dengan harap setiap aktifitas di semua sosial media yang kau
punya. Hinggga tibalah suatu titik dimana ku buat keputusan untuk maju dan
menerima semua konsekuensinya.
Lewat sebait
puisi cinta ku utarakan apa yang ada di dalam hati, ku kirim rasa itu lewat
pesan di facebook. Satu hari. Dua hari aku menanti. Hingga di hari ketiga ku
terima sebait puisi yang teramat indah.
Kamu yang
selalu memegang teguh nilai-nilai agama, menghantarkan segelintir rasa sakit
dalam kelegaan rasa. Terima kasih akang. Cinta Tuhan akan selalu bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar