Kamis, 07 Agustus 2014

Gunung Es



Dia yang dalam diamnya membuat aku terjerat dalam setiap pesonanya, dia yang tak tersentuh oleh hawa. Asik dalam dunianya
Kata ini hanya tentang dia, sesosok laki-laki yang memiliki hati sedingin  gunung es, namun entah mengapa justru itu yang membuatku terjerat dalam lingkar cintanya, aku mungkin bodoh dan tak mau melihat kenyataan yang terpampang jelas disepan mataku bahwa hawa yang lebih cantikpun tak mampu mencairkan gunung es itu terlebih aku, tapi kututup kenyataan yang ada. Aku tetap melihatnya, sosok yang selalu ku tunggu di depan pintu kelas. Pemuda yang membuatku semangat menjalani hari jum’at
Kata mereka kamu suka, kata mereka kamu mau
Tapi di hadapku kamu hanya diam, tapi di hadapku kamu hanya berpaling wajah
Salahkah rambu dalam hati yang hanya punya dua warna, kuning dan merah
Pernah terlintas dalam benakku untuk menyerah dan menguburnya dalam sumur hati terdalam, tapi berat untuk  lepaskan rasa yang temani akhir masa abu-abu
Haruskah aku seperti X yang berterus terang akan hati walau berakhir pahit
Haruskah aku seperti Y yang hanya menyimpan benang merah namun pelan tapi pasti masuk dalam hidup cintanya
Atau haruskah aku seperti Z yang tak peduli pada sekitar dan terjebak dalam masa lalu
Tapi aku hanyalah aku
Yang Cuma mampu menikmati cinta untuk diriku sendiri

#jum'at

Tidak ada komentar: