Hidup itu harus memilih, dan
setiap pilihan itu tentu memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Itu
adalah harga yang pantas untuk kita bayar atas apa yang kita ambil karena suka
nggak suka, mau nggak mau pilihan itu harus dibuat. Nggak mungkin kita bisa
berada di dua jalur yang berbeda dalam satu waktu, kalaupun jika kita mau
berdiam diri di tempat toh nanti akhirnya kita sendiri yang tersingkir karena
hidup ini terus melaju.
Ada satu waktu dalam hidup
seorang manusia merasakan sebuah cinta sejati, tapi tak ada yang bisa menjamin
semua cinta sejati berakhir bahagia. Banyak diantara mereka yang mengakhirinya
dengan rasa sakit bahkan ada pula yang harus berakhir tanpa sempat memulai.
Aku disini juga akan berkisah
tentang cinta, bukan cinta sejati memang tapi lebih kepada kegalauan antara
cinta atau sekedar rasa kagum.
Aku mengenalnya belum begitu
lama sekitar lima bulan yang lalu melalui social media, pribadinya dan apa yang
ia tampilkan membuatku sedikit terpesona dan entah mulaikan aku jadi sering
membayangkan untuk bisa merajut hubungan yang lebih bersamanya. Bayangan demi
bayangan itu lama-lama seperti sebuah harapan yang tak ku tau di mana ujungnya.
Aku sadar ini akan terasa sangat sulit, mengingat kita kenal hanya di dunia
maya. Tapi apa yang ada di pikiranku ini melebihi dari biasanya. Sebuah ikatan
yang serius.
Waktu terus berjalan ibarat
musim komunikasi kita juga mengalami panas dingin. Kesibukan mungkin factor
penyebabnya jadi aku coba untuk memaklumi. Dalam rentang waktu itu perlahan
muncul sifatmu yang sesungguhnya, dan itu di luar perkiraanku tapi entah datang
dari mana aku masih mempercayaimu hingga tanpa terasa aku selalu mengecek
timeline mu. Sampai tahap ini mungkin Tuhan mulai mengirimkan kasihNya padaku.
Dia membuatku secara tak sadar menjauh dari duniamu dan tentelam dalam duniaku
sendiri. Disini aku mengenal mereka sosok-sosok inspiratif yang berjuang demi
sebuah impian dan harapan. Kisah-kisah hidup mereka yang mengagumkan ini
perlahan membuatku melupakanmu. Hingga kemarin saat ku tau kamu sudah tak
sendiri lagi aku hanya tersenyum. Yah ini memang bukan cinta, ini hanya sebuah
kekaguman semu yang membayangi apa itu makna cinta dan disini aku temukan kasih
Allah untukku, Dia telah kirimkan penunjuk jalan yang membuatku kembali pada tujuan
yang hendak aku capai. Sekarang aku hanya perlu mengingat untuk apa aku hidup.
Itu adalah mantra ajaib yang membuatku mampu konsekuen dalam setiap pilihan
yang hadir. Sulit memang tapi aku harus mencoba dan berani mengambil resiko.
Mungkin aku nggak bisa langsung berhasil tapi kegagalan adalah stimulant
penguat agar aku mampu bertahan meraih cita.
Dan untuk cinta, aku masih
percaya bahwa setiap manusia memiliki jodohnya masing-masing dan satu hal yang
aku yakini perempuan yang baik pasti akan mendapatkan pria yang baik. Jadi yang
perlua aku lakukan sekarang ini hanya berusaha menjadi perempuan yang baik
karena aku menginginkan seorang pria yang baik. Dan tentunya seorang pria yang
mampu membimbing aku menjadi lebih baik lagi. aminnnn
1 komentar:
amin
Posting Komentar