Selasa, 18 Maret 2014

Hidup Itu Harus Memilih



Hidup itu harus memilih, dan setiap pilihan itu tentu memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Itu adalah harga yang pantas untuk kita bayar atas apa yang kita ambil karena suka nggak suka, mau nggak mau pilihan itu harus dibuat. Nggak mungkin kita bisa berada di dua jalur yang berbeda dalam satu waktu, kalaupun jika kita mau berdiam diri di tempat toh nanti akhirnya kita sendiri yang tersingkir karena hidup ini terus melaju.
Ada satu waktu dalam hidup seorang manusia merasakan sebuah cinta sejati, tapi tak ada yang bisa menjamin semua cinta sejati berakhir bahagia. Banyak diantara mereka yang mengakhirinya dengan rasa sakit bahkan ada pula yang harus berakhir tanpa sempat memulai.
Aku disini juga akan berkisah tentang cinta, bukan cinta sejati memang tapi lebih kepada kegalauan antara cinta atau sekedar rasa kagum.
Aku mengenalnya belum begitu lama sekitar lima bulan yang lalu melalui social media, pribadinya dan apa yang ia tampilkan membuatku sedikit terpesona dan entah mulaikan aku jadi sering membayangkan untuk bisa merajut hubungan yang lebih bersamanya. Bayangan demi bayangan itu lama-lama seperti sebuah harapan yang tak ku tau di mana ujungnya. Aku sadar ini akan terasa sangat sulit, mengingat kita kenal hanya di dunia maya. Tapi apa yang ada di pikiranku ini melebihi dari biasanya. Sebuah ikatan yang serius.
Waktu terus berjalan ibarat musim komunikasi kita juga mengalami panas dingin. Kesibukan mungkin factor penyebabnya jadi aku coba untuk memaklumi. Dalam rentang waktu itu perlahan muncul sifatmu yang sesungguhnya, dan itu di luar perkiraanku tapi entah datang dari mana aku masih mempercayaimu hingga tanpa terasa aku selalu mengecek timeline mu. Sampai tahap ini mungkin Tuhan mulai mengirimkan kasihNya padaku. Dia membuatku secara tak sadar menjauh dari duniamu dan tentelam dalam duniaku sendiri. Disini aku mengenal mereka sosok-sosok inspiratif yang berjuang demi sebuah impian dan harapan. Kisah-kisah hidup mereka yang mengagumkan ini perlahan membuatku melupakanmu. Hingga kemarin saat ku tau kamu sudah tak sendiri lagi aku hanya tersenyum. Yah ini memang bukan cinta, ini hanya sebuah kekaguman semu yang membayangi apa itu makna cinta dan disini aku temukan kasih Allah untukku, Dia telah kirimkan penunjuk jalan yang membuatku kembali pada tujuan yang hendak aku capai. Sekarang aku hanya perlu mengingat untuk apa aku hidup. Itu adalah mantra ajaib yang membuatku mampu konsekuen dalam setiap pilihan yang hadir. Sulit memang tapi aku harus mencoba dan berani mengambil resiko. Mungkin aku nggak bisa langsung berhasil tapi kegagalan adalah stimulant penguat agar aku mampu bertahan meraih cita.
Dan untuk cinta, aku masih percaya bahwa setiap manusia memiliki jodohnya masing-masing dan satu hal yang aku yakini perempuan yang baik pasti akan mendapatkan pria yang baik. Jadi yang perlua aku lakukan sekarang ini hanya berusaha menjadi perempuan yang baik karena aku menginginkan seorang pria yang baik. Dan tentunya seorang pria yang mampu membimbing aku menjadi lebih baik lagi. aminnnn